Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang berukuran mikroskopis,
kebanyakan terdiri dari makhluk hidup bersel tunggal. Dalam ilmu
mikrobiologi, pengertian mikroorganisme kebanyakan pada kelompok virus,
bakteri, jamur atau kapang. Mikroorganisme ini tersebar luas di alam
baik di udara, air dan di dalam tanah. Peranan mikroorganisme di alam
terutama adalah sebagai decomposer (pengurai) bahan-bahan organic.
Selain dikenal sebagai makhluk yang mendatangkan kerugian (misal:
penyebab penyakit, merusak bahan makanan dan penyebab keracunan)
terutama dari jenis bakteri, kapang/jamur dan ragi/khamir ternyata juga
mempunyai banyak keuntungan bagi manusia
Devinisi Bakteri dan Penjelasannya
Bakteri berasal dari kata “Bakterion” yang berarti tongkat atau batang.
Umumnya tidak berklorofil, tetapi beberapa jenis mempunyai pigmen yang
menyerupai klorofil. Ilmu yang mempelajari tentang bakteri disebut
bakteriologi.
1. Ciri-ciri Bakteri
- Bakteri mempunyai bentuk sel yang tetap (terdiri dari sellulosa) inti sel tidak berdinding (prokarion).
- Berkembang biak dengan membelah diri dan konjungsi.
- Beberapa jenis bakteri (terutama berbentuk batang) dapat membentuk
endospora yang berguna untuk melindungi diri terhadap lingkungan yang
buruk. (Endospora; spora yang terlindungi oleh mantel).
- Dalam bentuk spora, bakteri lebih tahan terhadap desinfektan, sinar
dan terhadap kekeringan, panas maupun dingin. Jika keadaan luar
menguntungkan kembali bakteri akan seperti biasa lagi.
2. Macam macam bakteri
- Berdasarkan bentuknya, bakteri ada tiga macam :
(1) Basil (batang), dibedakan atas :
o Monobasil; berupa batang tunggal (satu-satu)
o Diplobasil; berupa batang bergandengan dua-dua.
o Streptobasil; berupa batang bergandengan panjang seperti rantai.
(2) Kokus (bulat), dibedakan atas :
o Monokokus; berbentuk bulat, satu-satu.
o Diplokokus; bentuknya bulat bergandengan dua-dua.
o Streptokokus; bergambar panjang seperti rantai.
o Tetrakokus; berkelompok empat-empat.
o Sarcina; mengelompok seperti kubus.
o Stapilococus; bergerombol seperti buah anggur.
(3) Spiral (spirilium), bakteri yang bentuknya berbengkok-bengkok seperti spiral.
Berdasarkan jumlah dan letak flagelnya, bakteri dibedakan menjadi:
(1) Monotorik; flagel hanya satu melekat pada salah satu ujung sel.
(2) Lofotrik; flagel banyak, melekat pada salah satu ujung sel.
(3) Peritrik; flagel banyak, melekat pada semua permukaan sel.
(4) Amfitrik; mempunyai flagel pada keduaujungnya
Berdasarkan cara hidup/cara mendapatkan makanan bakteri dibedakan menjadi :
(1) Bakteri Autotrof; bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri, sehingga tidak tergantung pada makhluk lain.
Fotoautotrof: dapat mensintesis senyawa organic dari zat-zat anorganik
dengan menggunakan matahari, misalnya: bakteri ungu, bakteri hijau.
Kemoautotrof: dapat mensintesis senyawa organic dari zat-zat anorganik
dengan menggunakan energy kimia, misalnya : bakteri nitrat, bakteri
nitrit, bakteri belerang.
(2) Bakteri Heterotrof: bakteri yang tidak dapat mensintesa makanan
sendiri, sehingga hidupnya tergantung kepada organism lain, misalnya :
familia spirochaeta yang merupakan parasit pada usus mollusca. Bakteri
jenis ini ada yang hidup secara saprofit atau makanannya berasal dari
sisa organism yang telah mati, misalnya : Echericia cioli dalam usus
besar manusia.
Berdasarkan cara mendapatkan oksigen (energy), bakteri dibedakan atas :
(1) Bakteri Aerob; bakteri yang hidup memerlukan oksigen bebas. Contoh : bakteri nitrosomonas dan nitrobacter.
(2) Bakteri anaerob : bakteri yang hidupnya tidak memerlukan oksigen
bebas, justru tidak hidup jika ada oksigen. Contoh : clostridium
desulfuricans, clostridium tetani.
3. Perkembangbiakan Bakteri
Bakteri berkembangbiak dengan dua cara :
a. Vegetatif (asexual) yaitu dengan membelah diri atau pembelahan biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel)
b. Generatif (parasexual) yaitu pemindahan materi genetic ke bakteri
lain tanpa menghasilkan zigot. Parasexual ada tiga cara yaitu :
1) Transformasi : Pemindahan sedikit materi genetic berupa DNA ke bakteri lain melalui proses fisiologi.
2) Konjungsi : bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetic.
3) Tranduksi: pemindahan materigenetik melalui perantaraan virus.
4. Pertumbuhan Bakteri
- Pembelahan sel pada bakteri akan menambah jumlah anggota koloni bakteri ini disebut pertumbuhan bakteri.
- Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh factor-faktor sebagai berikut:
a. Temperatur (suhu)
Suhu optimum (tumbuh dengan baik sekali) pada bakteri bervariasi
berdasarkan suhu untuk hidupnya bakteri dibedakan menjadi tiga golongan
yaitu:
1) Bakteri thermofil yaitu bakteri yang hidup antara suhu 40 – 80 °C, suhu optimumnya 56 – 65 °C.
2) Bakteri mesofil yaitu bakteri yang hidup antara suhu 5 – 65 °C, optimumnya 25 °C – 40 °C
3) Bakteri psikrofid yaitu bakteri yang hidupnya antara suhu 0 – 30 °C. suhu optimumnya 10 – 20 °C
b. Kelembapan, pada umumnya bakteri hidup pada kelembapan tinggi (85%)
c. Sinar matahari.
Sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet dapat merusak sel bakteri
dan mematikan bakteri dengan menghambat pertumbuhan bakteri.
d. Zat kimia
Antibiotic dan zat-zat kimia yang lainnya, dapat mematikan atau merusak
dinding sel bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.
5. Peranan Bakteri dalam Kehidupan Manusia.
a. Bakteri yang merugikan
Bakteri yang bersifat parasit dan menimbulkan penyakit disebut bakteri pathogen.
1) Parasit pada manusia
- Vibrio comma menyebabkan penyakit colera.
- Clostridium tetani menyebabkan penyakit tetanus.
- Tryponema Zalidum menyebabkan penyakit sipilis.
2) Parasit pada Tanaman
- Pseudomona solanaceanm penyebab penyakit pada pisang dan masih banyak lagi
b. Bakteri yang menguntungkan
1) Bakteri yang berperan dalam pengolahan makanan :
- Lactobacillus casei, berperan dalam proses pembuatan keju.
- Streptococcus lactis, Streptococcus cremoris, berperan dalam proses pembuatan keju dan mentega.
- Acetobacter sp,.berperan dalam proses pembuatan cuka dan nata decoco.
2) Bakter penghasil antibiotika :
- Sreptomyces griceus, menghasilkan streptomisin.
- Streptomyces aureofaciens, menghasilkan aueromisin. Dll
3) Bakteri Pengurai adalah bakteri yang mampu menguraikan sisa-sisa
organisme menjadi zat-zat organic, sehingga menambah kesuburan tanah.
- Nitrosomonas
- Nitrosococcus
- Nitrobacter
Jumat, 15 Februari 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar